Iman Kepada Nabi dan Rasul

Dec 14, 2019 |

Iman kepada para nabi dan rasul, pemahaman, argumen, perbedaan antara para nabi dan rasul serta tugas para nabi dan rasul, rasul Ulul Azmi akan dibahas di sini. Sumber : waheedbaly.com

Assalamu’alaiakum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Pada kesempatan ini kita akan kembali membahas dokumen-dokumen Iman dengan para Nabi dan para Rasul, untuk lebih jelasnya, pertimbangkan diskusi di bawah ini.

Para nabi dan rasul adalah hamba ciptaan Tuhan, diberi wahyu dan dikirim oleh Allah untuk membawa umat manusia ke jalan yang benar dan kembali untuk menyembah Tuhan. Karena para Nabi dan Rasul menerima sifat-sifat mulia dan berfungsi sebagai model rujukan bagi para pengikut mereka, para nabi dan rasul selalu jujur ​​dan benar dalam menyampaikan wahyu Allah.

Para nabi dan rasul adalah makhluk Tuhan yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk Tuhan lainnya, bahkan lebih mulia daripada malaikat, jin dan makhluk lainnya.

Allah mengutus para nabi dan rasul dari nabi Adam kepada nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan agama Tuhan, sehingga umat manusia akan sadar dan mengakui keberadaan Allah yang menciptakannya, karena pada masa itu ada banyak orang yang hilang dan banyak dewa selain Allah, seperti menyembah matahari, berhala dan sebagainya, kemudian mengirim Nabi dan Rasul sehingga mereka kembali ke jalan yang benar.

Pemahaman tentang iman kepada para nabi dan rasul

Iman kepada para nabi dan rasul Allah adalah bagian dari rukun iman keempat dalam urutan rukun iman, menurut Rasulullah SAW yang berbunyi sebagai berikut:

Dari Umar Bin Khathab Ra, Rasulullah SAW berkata: “Iman adalah jika kamu percaya kepada Allah, para malaikatnya, buku-bukunya, hari penghakiman dan qadar yang baik dan buruk.” (Sejarah Muslim Hadits)

Ada dua makna percaya pada Nabi dan rasul, yaitu:

Percaya pada Nabi dan Nabi secara keseluruhan; percaya bahwa Allah telah mengirim para nabi dan rasul untuk memberikan kabar baik kepada mereka yang percaya akan menerima hadiah dari surga, dan untuk memperingatkan para penyangkal Allah dan orang-orang kafir di masa depan akan mendapat hukuman neraka.

Milikilah iman dalam kerasulan (perjanjian) nabi Muhammad, yang artinya; yakin dengan kebenaran tanpa keraguan sedikit pun bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutolib bin Hasyim bin Abdul Manaf adalah orang dari bangsa Quraish dan benar untuk menjadi pelayan yang dikirim oleh Tuhan, dan wajib percaya pada semua wahyu yang ia miliki ditransmisikan, baik dalam bentuk Alquran dan Haditsnya.

Inilah makna keimanan kepada Nabi dan rasul agar kita mengetahuinya dan bisa meyakini dengan benar, yang berikut ini akan mengomunikasikan pemahaman nabi dan rasul.

Memahami para nabi dan rasul

Kata Nabi berasal dari kata an-naba yang berarti al-khabar (berita), oleh karena itu bahasa Nabi memiliki arti seorang utusan Tuhan. Dan dalam hal nabi itu memiliki arti seseorang yang telah menerima wahyu dari Tuhan yang berisi perintah dan larangan untuk ditransmisikan ke umat manusia.

Sementara Rasul di lidah telah tiba, yaitu seorang utusan, dan dalam hal seorang Rasul ia memiliki makna yang adalah hamba Allah yang dipilih untuk menerima wahyu, dan wahyu berisi ajaran dan peraturan.

Dengan demikian disimpulkan bahwa seorang rasul adalah seorang nabi, tetapi sebaliknya seorang nabi tidak harus menjadi seorang rasul.

Perbedaan antara nabi dan rasul

Sebagaimana dijelaskan di atas seorang rasul dan seorang nabi memiliki perbedaan, penjelasan berikut sebagai berikut:

Rasul adalah hamba terpilih dari ciptaan Allah yang diberi kelebihan dan diberi wahyu oleh Allah untuk dirinya sendiri dan seorang Rasul memiliki kewajiban untuk mengirimkan wahyu kepada para pengikut atau umatnya. aku s

Nabi adalah hamba terpilih dari ciptaan Allah yang telah diberikan wahyu tetapi tidak diharuskan untuk mewariskannya kepada orang-orang.

Sekarang ini adalah perbedaan antara Nabi dan Nabi. Nanti kita juga akan menjelaskan tugas nabi dan rasul.

Tugas rasul Allah

Para Rasul, setelah menerima wahyu, diberi tugas oleh Allah, termasuk:

Bawalah kabar baik kepada mereka yang percaya pada surga di surga dan membawa siksaan neraka kepada mereka yang tidak percaya.
Mengembalikan kepercayaan atau pengetahuan kemanusiaan bahwa Allah adalah orang yang wajib disembah
Menyebarkan ajaran Tuhan kepada orang-orang untuk kembali beribadah untuk menyembah Tuhan.
Itu menjelaskan semua ajaran agama Tuhan
Bimbing orang agar mereka selalu bisa berbuat baik dan menjauh dari perbuatan jahat.
Berikan contoh contoh yang baik, baik kata-kata maupun tindakan.
Berikan contoh bagaimana memimpin Syariah Allah dan memberikan praktik di tengah-tengah umat manusia.

Posted in: Agama

Comments are closed.