Penyebab perubahan suara selama kehamilan

Sep 8, 2019 |

Kehamilan tidak hanya mengubah bentuk tubuh. Beberapa dari mereka mengaku mendengar pergantian suara. Suara yang berubah selama kehamilan juga dirasakan oleh Adele, penyanyi Inggris.

Dia mengungkapkan: “Saya menulis lagu Skyfall ketika saya hamil.” Begitu lagu ini dikirim ke konser, rasanya agak sulit karena nada yang sangat rendah. “Suaraku menjadi jauh lebih rendah selama kehamilan,” tambahnya.

Melihat ini, Anda tentu bertanya-tanya, apakah perubahan suara selama kehamilan normal? Jadi apa yang menyebabkannya? Ayo, cari tahu jawabannya di ulasan berikut.

Penyebab perubahan suara selama kehamilan

Kehamilan umumnya mengubah fisiologi, metabolisme, dan anatomi tubuh wanita. Namun, tidak banyak orang tahu jika kehamilan juga memengaruhi suara. Ya, ini adalah perubahan yang jarang diketahui tetapi sebenarnya normal. Jadi Anda tidak perlu khawatir jika merasakannya selama kehamilan.

Studi yang dilakukan oleh University of Sussex menemukan penyebab perubahan suara pada wanita hamil. Studi yang dilakukan oleh Dr. Kasia Pisanski, PhD, mengamati suara wanita selama 10 tahun (5 tahun sebelum dan 5 tahun setelah kelahiran).

Para peneliti menemukan bahwa suara selama kehamilan dan setelah melahirkan akan menjadi lebih rendah dan monoton. Artinya, nada suara yang kabur menjadi lebih datar dan cenderung sama dari awal hingga akhir.

Setelah diselidiki, perubahan ini bukan disebabkan oleh penuaan, karena suara akan kembali ke frekuensi awal setahun kemudian.

Para peneliti percaya perubahan bunyi ini disebabkan oleh perubahan hormon. Ini didukung oleh penelitian sebelumnya, yang menemukan bahwa nada wanita dapat meningkat selama ovulasi setiap bulan dan akan berkurang setelah menopause.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perubahan hormon dapat memengaruhi suara Anda. Akibatnya, suara selama kehamilan akan lebih berat setelah melahirkan. Suara Anda akan kembali normal jika hormon dalam tubuh kembali normal.

bahaya hamil untuk waktu yang lama
Selain hormon, faktor ini juga bisa menjadi penyebabnya
Selain perubahan hormon, ada banyak faktor yang mempengaruhi perubahan suara selama kehamilan dan persalinan, yaitu:

1. Pita suara membengkak
Selama kehamilan, beberapa bagian tubuh akan mengalami pembengkakan, salah satunya adalah pita suara. Pembengkakan terjadi karena cairan, termasuk darah, meningkat dalam tubuh. Pembengkakan dan tekanan di sekitar pita suara inilah yang menyebabkan suara berubah selama kehamilan.

2. Ubah suara itu sendiri
Selain perubahan dalam tubuh, perilaku juga memengaruhi perubahan suara. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tampaknya rendah tampaknya lebih kompeten, dewasa, dan dominan.

Wanita dapat memodulasi suara mereka menjadi lebih berat setelah melahirkan, untuk membuat mereka lebih berwibawa ketika mereka merawat anak-anak mereka.

3. Stres dan kelelahan
Suara yang berubah selama kehamilan dan postpartum juga dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental. Setelah melahirkan, seorang ibu tidak hanya merawat dirinya sendiri. Ia juga harus merawat anaknya.

Kondisi ini melelahkan mereka, membuat suara mereka lebih lemah dan tampaknya lebih rendah.

Selain kelelahan, beberapa ibu juga mengalami stres atau depresi setelah melahirkan. Kondisi ini mempengaruhi suasana hati mereka dan cara mereka membuat suara ketika mereka berbicara.

Haruskah saya pergi ke dokter?
Suara yang berubah selama kehamilan dan setelah kelahiran adalah normal. Apalagi jika ini adalah pengalaman pertama sebagai seorang ibu. Jadi jangan panik atau stres sendiri.

Penting untuk melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan dan setelah melahirkan. Tujuannya untuk memantau kehamilan dan persalinan tanpa masalah.

Baca juga :

Namun, jika Anda melihat perubahan suara Anda disertai dengan sakit tenggorokan dan gejala menjengkelkan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter.

Posted in: Kesehatan

Comments are closed.