Penyebab Puting Susu Lecet Saat menyusui

Dec 14, 2019 |

Lepuh puting adalah salah satu dari banyak masalah menyusui yang terjadi dalam beberapa hari atau minggu pertama. Biasanya, kondisi ini disebabkan fakta bahwa anak tidak mampu mengisap puting ibu dengan baik. Namun, masih ada beberapa alasan lain di balik keluhan ini. Agar menyusui dapat bekerja lebih optimal, pertimbangkan penyebab lepuh puting dan tip untuk penanganannya.

Apa saja gejalanya ketika puting susu melepuh?

Puting atau puting adalah area yang cukup sensitif pada tubuh. Saking sensitifnya, seringkali bagian ini bisa merasakan sakit, gatal, ruam, lecet.

Keluhan ini, termasuk lecet pada puting susu, bisa dirasakan oleh setiap wanita. Baik sebelum dan selama periode menstruasi atau selama kehamilan.

Selain itu, lepuh pada puting payudara juga sangat rentan dialami oleh ibu menyusui. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menyusui bayi, tentu saja akan ada rasa sakit dan ketidaknyamanan pada puting susu.

Ini sebenarnya normal dan biasanya menghilang dengan sendirinya karena Anda menjadi lebih sering dan terbiasa menyusui anak Anda. Sayangnya, beberapa ibu tidak.

Alih-alih merasa lebih baik, beberapa ibu menyusui justru bisa merasakan putingnya terasa sakit. Apalagi saat bayi sedang menyusui. Puting yang terkelupas ini mungkin disertai dengan gejala lain atau tidak.

Terkadang, Anda hanya akan melihat lecet di area puting payudara. Namun, jika dibiarkan tanpa pengobatan, keluhan ini bisa memburuk sehingga puting susu pecah, sakit dan bahkan berdarah.

Apa yang menyebabkan lepuh puting?

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab lepuh puting saat menyusui, yaitu:

1. Serangan mulut bayi pada puting susu tidak benar
Penyebab paling umum dari lepuh puting adalah mulut bayi tidak akurat saat menyerang dan mengisap puting. Anak-anak biasanya masih mengalami kesulitan atau tidak terbiasa mengisap puting dengan benar.

Biasanya, anak-anak harus menghisap semua bagian puting bersamaan dengan areola atau area gelap di sekitar puting. Namun, anak-anak yang mengalami kesulitan mengisap hanya dapat mencapai puting susu, tanpa mengisap areola.

Akibatnya, mulut bayi mungkin tidak menempel dengan baik pada puting. Inilah sebabnya mengapa lidah, gusi dan langit-langit mulut bayi tampak menggigit puting.

Bahkan, anak-anak bahkan bisa menggigit puting atau menariknya cukup dalam. Inilah yang menyebabkan lecet dan nyeri puting saat menyusui.

Semakin sering ini terjadi selama menyusui, semakin mudah memiliki puting. Ini pasti akan membuat Anda sulit untuk menyusui, karena puting yang sakit biasanya terasa sakit.

2. Posisi menyusui tidak benar
Di sisi lain, lepuh puting juga dapat disebabkan oleh menyusui yang tidak tepat. Alhasil, bahkan tangkapan di mulut bayi pada putingnya bisa melekat dengan baik.

3. Jamur di puting susu
Adanya jamur pada puting juga dapat menyebabkan lepuh dan nyeri puting. Ketidaknyamanan yang disebabkan oleh infeksi jamur ini biasanya dapat berlangsung beberapa jam setelah menyusui.

4. Anak-anak mengalami ikatan bahasa
Dasi adalah suatu kondisi di mana seorang anak mengalami kesulitan mengangkat atau menggerakkan lidahnya secara normal. Kondisi ini tentu saja menghambat kemampuannya untuk mengisap ASI melalui puting susu.

Sebagai gantinya, anak akan mendorong puting ke bagian atas lidah, bahkan menekan puting ke langit-langit. Akibatnya, puting Anda menjadi melepuh dan menyakitkan.

Baca Juga :

Posted in: Kesehatan

Comments are closed.