Seni Tari, Pengertian, Unsur, Jenis dan fungsi

Dec 14, 2019 |

Tarian – Manusia adalah makhluk sosial yang mencintai keindahan dan harmoni. Kecantikan dan keindahan bisa dalam bentuk seni dan budaya. Seni yang bisa menggambarkan keindahan adalah tarian. Sumber : edin08

Tarian itu sendiri adalah ekspresi jiwa manusia yang diekspresikan melalui gerakan ritmis yang indah atau dalam bahasa asing yang estetis. Definisi ekspresi rasa adalah keinginan yang datang dari hati seseorang yang berlimpah dalam mengekspresikan emosi dan rasa.

Sedangkan definisi dari gerakan ritmis yang indah itu sendiri adalah gerakan yang menyesuaikan dengan ritme nada yang menyertainya, sehingga dapat menciptakan pesona yang sangat menarik bagi mereka yang melihatnya.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya seni tradisional dan modern. Setiap provinsi di Indonesia memiliki tarian yang merupakan kebanggaannya. Tarian tidak bisa disebut seni jika tidak memenuhi unsur-unsur yang dikandungnya. Karena dengan elemen-elemen ini gerakan ritmis yang indah akan tercipta.

Elemen Tari

Tarian pada dasarnya memiliki dua unsur, yaitu unsur utama dan unsur pendukung. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Elemen utama dalam tarian
Tidak bisa dikatakan bahwa gerakan adalah tarian jika tidak memenuhi 3 elemen. Jika salah satu dari unsur-unsur ini tidak ada, gerakan itu tidak termasuk tarian. Tiga elemen tersebut adalah:

Wiraga (tubuh / tubuh): tarian harus menunjukkan gerakan tubuh, baik tegak dan duduk.
Wirama (ritme / ritme): tarian juga harus memiliki elemen ritme yang mampu menyatukan gerakan tubuh dan mengiringi musik. Baik dari segi ritme dan waktu.
Wirasa (Rasa): tarian harus mampu menyampaikan perasaan yang ada di jiwa. Atau melalui gerakan dan tarian atau ekspresi penari.

2. Elemen pendukung dalam tarian
Elemen unik ini hanyalah mantra menawan orang yang melihat bahwa tarian itu tampak lebih menarik. Meskipun elemen ini tidak lengkap, dapat dikatakan bahwa gerakan berirama yang indah adalah gerakan menari.

Tetapi akan lebih baik jika elemen pendukung dibuat sedemikian rupa sehingga tarian memiliki kekuatan untuk menjadi menawan selama pertunjukan. Elemen-elemen yang disediakan adalah sebagai berikut:

Ragam gerakan: tarian bisa terlihat indah jika semua karya bekerja sama. Bukan hanya tangan dan kaki, tetapi kombinasi antara tampilan dan ekspresi wajah, termasuk ekspresi wajah yang sama. Semua ini pasti akan menimbulkan pesonanya sehingga tarian tersebut tampil estetis.

Ragam iringan: tarian dapat dinikmati jika ada musik berirama dan sesuai dengan gerakan tarian. Untuk membuat campuran musik dan gerakan tubuh yang indah. Lebih indah dan bisa diapresiasi lagi jika dipadukan dengan irama, tepuk tangan atau teriakan penari.

Riasan dan kostum: elemen ini sangat penting dalam pertunjukan tari. Tanpa tata rias dan kostum, tarian itu terasa hambar, tidak berarti, dan tidak menarik untuk ditonton.

Skema / blok lantai: tarian akan tampak lebih artistik jika model lantai indah. Karena seorang penari tidak bisa tinggal di satu tempat tetapi harus memperbaiki tempat dan penonton.

Jenis tarian di Indonesia

Ada berbagai jenis tarian yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk:

1. Tari Istimewa Aceh
Beberapa tarian daerah khusus Aceh meliputi:

Dance Seudati – Tarian jenis ini berasal dari Arab sehingga memiliki latar belakang Islam. Tarian ini sangat dinamis, penuh keseimbangan dengan suasana religius. Tarian ini terkenal dan paling populer di wilayah Aceh.
Tari Saman Meuseukat – Posisi penari jenis ini sejalan dengan iringan ritme yang sangat dinamis. Ini adalah jenis tarian yang sarat dengan puisi yang luhur, terutama ajaran Islam.

2. Tarian tradisional Bali
Untuk tarian Bali asli meliputi:

Tari Legong Bali – Tarian ini adalah tarian Bali dengan kisah cinta seorang raja Lasem. Tarian jenis ini dilakukan secara dinamis dan sangat menarik.
Tari Kecak – Tarian yang didasarkan pada sejarah / kisah Kitab Ramayana yang menceritakan kisah tentara monyet Hanuman dan Sugriwa.
Tari Pendet – Awalnya tarian ini adalah tarian aliran sesat yang banyak digunakan di pura sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu Bali di Indonesia. Tarian itu melambangkan penerimaan para dewa di dunia. Sementara era seniman di Bali sedang berubah, Pendet adalah “selamat datang”. Namun itu masih mengandung makna religius.

3. Tarian daerah Bengkulu
Contoh tarian yang berasal dari daerah Bengkulu, di antaranya adalah sebagai berikut:

Tari Andun – Tarian jenis ini untuk daerah Bengkulu Selatan adalah tarian untuk menyambut tamu kehormatan.
Tarian untuk anak-anak oleh Teminang Angels – Tarian ini dapat diartikan sebagai malaikat yang diinginkan anak-anak. Jenis tarian tradisional ini berasal dari Rejang Lebong.

Fungsi tarian

Tarian ini memiliki banyak fungsi, sementara fungsinya adalah sebagai berikut:

Performing Dance: itu adalah tarian yang telah disiapkan dalam pertunjukan. Ini menyoroti sisi artistik koreografi, ide-ide dewasa, konsep yang baik dan tema yang terorganisir sehingga tarian menjadi indah dan menarik.
Tarian seremonial: tarian jenis ini hanya dilakukan selama upacara tradisional atau acara keagamaan. Tarian ini mengutamakan kesenangan dan komunikasi dengan Sang Pencipta.
Dance of Entertainment: tarian ini diadakan dengan tujuan untuk menghibur penonton dengan irama dan musik yang indah. Gerakan-gerakan tarian bebas dari berbagai tradisi, nilai-nilai atau kebiasaan dengan tujuan utama menghilangkan kebosanan masyarakat.
Tarian Sosial: tarian ini dimainkan untuk berinteraksi dengan orang lain. Tarian ini biasanya untuk demonstrasi dalam hal seni. Gerakan tarian ini tampak hidup dan komunikatif.
Dance of Art: tujuan utama tarian ini adalah untuk melestarikan budaya. Jadi suasana tariannya sangat tradisional sebagai bentuk apresiasi terhadap leluhur.
Dengan keragaman jenis tarian di semua provinsi di Indonesia, kami berharap dapat menambah pengetahuan kami. Dengan harapan agar kami terus mencintai dan melestarikan warisan budaya ini.

Terutama tarian tradisional yang semakin ditinggalkan oleh anak muda. Sebagai generasi muda yang bertanggung jawab, mereka harus lebih peka terhadap hal ini.

Posted in: Pendidikan

Comments are closed.